Lawakan Tunggal Sarat Makna, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Bahasa Indonesia dalam Pendidikan Paket C
Radarjawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C dengan materi memahami pesan dan makna dalam teks monolog lawakan tunggal, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Belajar Lapas ini mengajak warga binaan mengenali kritik, sindiran, nasihat, serta pesan kehidupan dalam humor sekaligus mengasah kemampuan literasi dan berpikir kritis.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan melibatkan petugas, Muhammad Yoshfian Rahman, sebagai tutor perpanjangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan. Dalam pembelajaran tersebut, Yoshfi mengajak warga binaan memahami bahwa lawakan tunggal tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media penyampaian pandangan, kritik sosial, dan pesan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Yoshfi menjelaskan bahwa memahami teks monolog lawakan tunggal memerlukan kemampuan menyimak dan menafsirkan maksud pembicara. Ia mengarahkan peserta untuk memperhatikan pilihan kata, konteks pembicaraan, serta pesan tersirat agar mampu memahami makna yang ingin disampaikan melalui humor.
“Melalui materi lawakan tunggal, kami mengajak warga binaan memahami bahwa humor tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga mengandung kritik, nasihat, dan pesan kehidupan. Pembelajaran ini melatih mereka untuk lebih cermat menyimak, memahami maksud pembicara, serta berpikir kritis dalam menangkap pesan yang tersirat,” jelas Yoshfi.
Pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menyediakan akses pendidikan bagi warga binaan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C yang setara dengan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain menambah pengetahuan Bahasa Indonesia, kegiatan tersebut juga membantu warga binaan mengembangkan kemampuan memahami informasi, menyampaikan pendapat, serta mengambil nilai positif dari berbagai bentuk komunikasi.
Salah satu warga binaan peserta Pendidikan Kesetaraan Paket C berinisial MS mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui materi tersebut. Ia menilai pembelajaran ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya mencermati pesan dalam sebuah percakapan maupun pertunjukan humor.
“Saya baru memahami bahwa lawakan tunggal ternyata memiliki pesan yang lebih dalam dari sekadar humor. Melalui pelajaran ini, saya belajar memperhatikan maksud dari setiap perkataan dan memahami pesan yang ingin disampaikan. Materinya menarik dan menambah pengetahuan saya dalam pelajaran Bahasa Indonesia,” ungkap MS.
Melalui kerja sama dengan PKBM Annisa, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan pelaksanaan pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. Program ini mencerminkan komitmen lapas dalam memenuhi hak pendidikan sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
