TpWiTpr5BSO0BSC7GpOpGpdiGd==

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Palu Panen 125 kg Jagung Manis dan 100 pcs Selada Hidroponik Bersama WBP

RadarJawa - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui panen jagung manis di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Langaleso, Selasa (4/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, warga binaan bersama petugas berhasil memanen jagung manis sebanyak 125 kilogram.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, didampingi Kasi Kegiatan Kerja I Made Budana, Kasi Kamtib Herdi, Kasubsi Sarana dan Prasarana Agung Purnomo, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Muhammad Fahri, Kasubsi Portatib, serta warga binaan program kemandirian pertanian, Virga Indrawan.

Selain panen jagung, Lapas Palu juga melaporkan hasil panen selada hidroponik sebanyak 100 pcs yang sebelumnya dipanen di area beranggang Lapas pada Senin (11/05/2026). Seluruh hasil panen tersebut diperjualbelikan di pasar tradisional sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang bertujuan meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta etos kerja warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam keterangannya, Kalapas Makmur menyampaikan bahwa program pertanian produktif di SAE Langaleso terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

"Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan dibekali keterampilan kerja yang produktif sekaligus diajarkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Hasil panen juga memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan kegiatan kemandirian dan peningkatan PNBP," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi konsistensi Lapas Palu dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan warga binaan. "Kami mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan untuk terus mengembangkan program pembinaan produktif yang berdampak positif bagi warga binaan maupun masyarakat. Kegiatan pertanian seperti ini menjadi bentuk nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan," ungkapnya.

Lapas Palu berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan kerja, dan pengawasan sesuai standar operasional yang berlaku.

Type above and press Enter to search.