Radarjawa – Komitmen menghadirkan pembinaan yang bermakna terus ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui pelaksanaan Program Pendidikan Perkuliahan (S1) bagi Warga Binaan. Pada Sabtu (14/3), kegiatan perkuliahan diisi dengan materi Pendidikan Karakter yang disampaikan oleh Dosen, Dr. Hj. Ida Komalasari, M.Pd, sebagai bagian dari upaya membentuk pribadi yang lebih baik bagi para warga binaan.
Program pendidikan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki diri melalui jalur akademik. Dalam suasana belajar yang penuh semangat, para peserta mengikuti perkuliahan dengan antusias, mencatat materi, berdiskusi, dan menyimak nilai-nilai karakter yang disampaikan.
Materi pendidikan karakter yang diberikan menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan membangun masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa program pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidupnya. Melalui program perkuliahan ini, mereka dapat menimba ilmu, membangun karakter, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Yugo.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Karakter, Dr. Hj. Ida Komalasari, M.Pd, menilai bahwa semangat belajar para warga binaan menjadi bukti bahwa pendidikan mampu membuka harapan baru.
“Saya melihat semangat luar biasa dari para mahasiswa di sini. Pendidikan karakter bukan hanya tentang teori, tetapi bagaimana seseorang mampu mengenali diri, memperbaiki sikap, dan menumbuhkan nilai-nilai positif dalam kehidupan. Saya berharap ilmu yang mereka peroleh dapat menjadi bekal untuk menjalani hidup yang lebih bermakna,” tuturnya.
Salah satu warga binaan yang mengikuti program perkuliahan, Fahmi, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan kuliah di sini. Kegiatan ini membuat kami merasa dihargai dan memberi harapan untuk masa depan. Ilmu yang kami dapatkan menjadi motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program pendidikan ini, Lapas Narkotika Karang Intan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis dan progresif. Pendidikan tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga menjadi jembatan perubahan bagi warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan berdaya guna.
