TpWiTpr5BSO0BSC7GpOpGpdiGd==

Implementasi Asta Cipta Presiden, WBP SAE Lapas Palu Konsisten Panen Sayur Kangkung

RadarJawa - Sebagai wujud nyata pelaksanaan pembinaan kemandirian warga binaan, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu secara rutin melaksanakan kegiatan panen komoditas sayur mayur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka penguatan ketahanan pangan nasional, Sabtu (20/12).

Pada Sabtu, 20 Desember 2025, WBP yang mengikuti program asimilasi di SAE Lapas Palu yang berlokasi di Desa Langaleso kembali melaksanakan panen sayur kangkung dengan total hasil panen mencapai 30 kilogram. Hasil panen tersebut selanjutnya diserahkan ke dapur Lapas Kelas IIA Palu melalui penyedia bahan makanan (vendor) untuk diolah dan dikonsumsi oleh warga binaan.

Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Palu melalui Seksi Kegiatan Kerja. Program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan sayur mayur bagi warga binaan Lapas Palu, sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya dilatih keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga ditanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja produktif.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan bahwa kegiatan panen rutin di SAE menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kemandirian di bidang pertanian. “Melalui program SAE, kami membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif dan produktif. Hasilnya tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi WBP ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Makmur.

Lebih lanjut, Makmur menambahkan bahwa program ini juga memberikan dampak ekonomi. “Warga binaan memperoleh premi dari hasil kegiatan kerja, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian dan tanggung jawab WBP,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah mengapresiasi konsistensi Lapas Kelas IIA Palu dalam menjalankan program ketahanan pangan. “Program SAE yang dijalankan Lapas Palu selaras dengan kebijakan nasional dalam mendukung ketahanan pangan. Kami mendorong agar kegiatan ini terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya semakin luas baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” ungkap Kakanwil.

Kakanwil juga menegaskan pentingnya pembinaan berbasis kemandirian. “Pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas seperti ini sangat penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan. Kami berharap praktik baik ini dapat menjadi contoh bagi UPT Pemasyarakatan lainnya,” tegasnya.

Lapas Kelas IIA Palu berkomitmen untuk terus menjalankan program ketahanan pangan secara berkelanjutan, dengan harapan warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memahami pentingnya kontribusi mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan panen sayur di SAE Lapas Palu berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar di bawah pengawasan petugas. 

Type above and press Enter to search.