RadarJawa – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai dalam mendukung program ketahanan pangan terus membuahkan hasil. Melalui program pembinaan kemandirian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), warga binaan bersama petugas berhasil memanen 25 kilogram ikan lele pada Senin (13/7/2026). Hasil panen tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan produktif yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas Amuntai.
Kegiatan panen dilakukan di kolam budidaya ikan lele yang selama ini dikelola oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas. Sejak proses penebaran benih hingga masa panen, warga binaan secara aktif melakukan pemeliharaan kolam, pemberian pakan secara teratur, serta pengawasan kualitas air untuk memastikan pertumbuhan ikan berjalan optimal. Hasil panen selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan pangan guna mendukung kebutuhan dapur Lapas Amuntai.
Kalapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan bahwa budidaya ikan lele tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan pembentukan karakter warga binaan.
"Melalui kegiatan budidaya ikan lele, warga binaan belajar arti disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh selama mengikuti program ini dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. Program ketahanan pangan juga menjadi wujud nyata kontribusi Lapas Amuntai dalam mendukung program pemerintah," ujar Gusti Iskandarsyah.
Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, kegiatan budidaya perikanan juga memberikan pengalaman kerja langsung kepada warga binaan dalam mengelola usaha produktif. Dengan pendampingan petugas, mereka dibekali pengetahuan mengenai teknik budidaya ikan, manajemen pemeliharaan, hingga proses panen yang baik dan benar.
Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Rahmad, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari program budidaya ikan lele di SAE Lapas Amuntai.
"Saya merasa senang karena dipercaya mengikuti kegiatan budidaya ikan lele. Dari sini saya belajar bagaimana merawat ikan dengan baik hingga akhirnya bisa dipanen. Pengalaman ini menjadi ilmu yang sangat bermanfaat dan memberi semangat bagi saya untuk terus memperbaiki diri," ungkap Rahmad.
Melalui panen 25 kilogram ikan lele ini, Lapas Kelas IIB Amuntai terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak positif. Program ketahanan pangan di SAE tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan internal, tetapi juga menjadi media pembinaan untuk membentuk warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
