RadarJawa – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, langsungkan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) pada tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT), yakni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rantau, Rutan Kelas IIB Kandangan, dan Rutan Kelas IIB Barabai dalam lawatannya di Banua Anam, Senin (13/7).
Erwedi menegaskan bahwa perubahan paradigma pemasyarakatan menuntut setiap UPT tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan warga binaan.
"Kanwil hadir bukan sekadar melakukan pengawasan, tetapi menjadi mitra sekaligus solusi bagi setiap UPT. Mari kita bangun komunikasi yang terbuka, responsif terhadap setiap persoalan, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan," tegasnya.
Ia mengingatkan seluruh Kepala UPT agar memperkuat kepemimpinan di lingkungan kerja melalui pelaksanaan morning briefing setiap hari sebagai media evaluasi, penyamaan persepsi, sekaligus penguatan kedisiplinan pegawai. Selain itu, pelaksanaan program Sapa Kasih (Salam Pantau Kesehatan, Keamanan, dan Kebersihan) harus menjadi budaya kerja dalam membangun komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan.
"Saya meminta seluruh UPT terus mengembangkan program pembinaan yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga binaan. Perluas pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C agar setiap warga binaan memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan formal sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Pembinaan keterampilan juga harus disinergikan dengan potensi unggulan daerah sehingga mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan meningkatkan kemandirian warga binaan," tambahnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran menghadapi implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. Menurutnya, perubahan paradigma hukum pidana menuju pendekatan korektif, rehabilitatif, dan restoratif harus dipahami serta diimplementasikan oleh seluruh petugas pemasyarakatan dalam menjalankan tugas pembinaan.
Di bidang keamanan, Erwedi meminta seluruh jajaran meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban melalui penguatan pengawasan, pelaksanaan SOP secara konsisten, serta peningkatan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
"Saya ingin setiap UPT tidak berjalan dengan pola yang sama. Kenali potensi daerah masing-masing, kembangkan program ketahanan pangan, manfaatkan sumber daya yang tersedia, dan hadirkan pembinaan yang produktif. Tujuan akhirnya adalah menciptakan warga binaan yang memiliki kompetensi, mandiri, dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat," ujar Erwedi.
Di sela-sela kegiatan Bintorwasdal, Erwedi juga meninjau kondisi sarana dan prasarana di Rutan Rantau, Rutan Kandangan, dan Rutan Barabai. Mulai dari pos pengamanan, blok hunian, klinik, dapur, hingga area pembinaan. Ia juga berdialog langsung dengan petugas dan warga binaan untuk melihat kondisi riil di lapangan serta memastikan layanan yang diberikan berjalan secara optimal.
Sementara itu, Kepala Rutan Barabai, I Komang Suparta, menyampaikan bahwa berbagai arahan dan penguatan yang diberikan Kakanwil akan segera ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran.
"Kami berkomitmen menerjemahkan setiap arahan ke dalam langkah-langkah nyata, mulai dari penguatan keamanan, peningkatan kualitas pembinaan, hingga optimalisasi pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat. Kehadiran Bapak Kakanwil menjadi motivasi sekaligus energi bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan kinerja terbaik," ujarnya.
