RadarJawa - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan, khususnya di bidang pendidikan. Hal tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan ujian paket kelulusan kesetaraan yang diikuti oleh sejumlah warga binaan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitassumber daya manusia di dalam lingkungan pemasyarakatan, Senin (4/6).
Dalam pelaksanaan ujian tersebut, sebanyak empat orang warga binaan mengikuti ujian Paket C yang setara dengan jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA), sementara satu orang warga binaan mengikuti ujian Paket A yang setara dengan jenjang sekolah dasar (SD). Ujian ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan yang sebelumnya sempat terhenti.
Kalapas Palu menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pidana. Oleh karena itu, pihak lapas terus berupaya menghadirkan program-program pembinaan yang mampu memberikan manfaat nyata dan membuka peluang masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Menurutnya, program pendidikan kesetaraan ini tidak hanya berorientasi pada kelulusan semata, tetapi juga bertujuan membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta meningkatkan motivasi warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat. Dengan bekal pendidikan yang lebih baik, diharapkan mereka mampu menjalani kehidupan yang produktif dan menjauhi perilaku yang melanggar hukum.
"Pendidikan merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pidana. Melalui pendidikan, kami berharap mereka memiliki bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik," ujar Makmur.
Selama proses ujian berlangsung, para peserta tampak serius dan antusias mengerjakan soal-soal yang diberikan. Pengawasan dilaksanakan secara profesional sesuai ketentuan, sehingga kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Petugas lapas juga memberikan dukungan moril agar peserta dapat mengikuti ujian dengan tenang dan percaya diri.
"Saya bersyukur diberikan kesempatan mengikuti ujian ini. Pendidikan menjadi harapan baru bagi saya untuk memperbaiki masa depan, menambah pengetahuan, dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,"ungkap wahid.
Melalui kegiatan ini, Lapas Palu menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas diri warga binaan melalui pendidikan, keterampilan, dan pembentukan mental yang positif. Diharapkan, keberhasilan program ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus belajar dan memperbaiki diri demi masa depan yang lebih cerah.
