RadarJawa -- Untuk memenuhi kebutuhan gizi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik melalui penyajian makanan yang bergizi, higienis, dan layak dikonsumsi. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga binaan selama menjalani masa pidana, Selasa (4/6).
Setiap hari, proses penyediaan makanan di Lapas Palu dilakukan secara terencana dan sistematis. Petugas dapur memastikan bahwa bahan makanan yang digunakan dalam kondisi segar dan berkualitas. Selain itu, seluruh tahapan pengolahan makanan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan yang ketat, mulai dari pencucian bahan, proses memasak, hingga penyajian kepada warga binaan.
Kepala Lapas Palu, Makmur menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi merupakan hak dasar yang harus dipenuhi. "Kami berkomitmen untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan asupan makanan yang cukup, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi. Ini merupakan bagian dari pelayanan dan pembinaan yang humanis di lingkungan pemasyarakatan," ungkapnya.
Menu makanan yang disajikan kepada warga binaan juga telah disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi. Setiap porsi mencakup karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk menunjang pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh, serta sayur dan buah yang kaya akan vitamin dan mineral. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi harian warga binaan dapat terpenuhi secara optimal.
Yusuf pegawai Lapas Palu yang bertugas sebagai pengawas dapur mengungkpan dalam proses penyajian makanan bagi warga binaan diawasi dengan ketat mulai bahan makanan tiba sampai dengan proses penyajian makanan siap konsumsi. "Setiap proses penyajian makanan kami awasi dengan ketat, mulai dari bahan baku hingga makanan siap dibagikan kepada warga binaan. Kami memastikan makanan yang disajikan benar-benar bersih, bergizi, dan layak dikonsumsi. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjaga kesehatan seluruh warga binaan di Lapas Palu," ungkapnya.
Selain kualitas makanan, aspek higienitas juga menjadi perhatian utama. Petugas dapur diwajibkan menjaga kebersihan diri dengan menggunakan perlengkapan seperti sarung tangan, penutup kepala, dan masker saat mengolah makanan. Peralatan masak dan area dapur pun rutin dibersihkan untuk mencegah kontaminasi dan menjaga keamanan pangan.
Melalui upaya ini, Lapas Palu tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan manusiawi. Diharapkan, kondisi fisik dan mental warga binaan tetap terjaga dengan baik sehingga mereka dapat mengikuti program pembinaan secara maksimal dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
