TpWiTpr5BSO0BSC7GpOpGpdiGd==

“Menjemput Kekhusyukan di Balik Jeruji” — Kajian Sunah dalam Sholat Hidupkan Semangat Belajar Warga Binaan Ponpes At Taubah Lapas Amuntai

RadarJawa — Suasana penuh khidmat tampak menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) At Taubah Lapas Kelas IIB Amuntai pada Senin (11/5/2026). Kegiatan rutin kajian keislaman kembali digelar dengan mengangkat tema “Sunah dalam Sholat” yang dipandu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Antasari Banjarmasin, Muhammad Andriyani.

Kajian tersebut diikuti dengan antusias oleh para warga binaan yang menjadi santri di Ponpes At Taubah. Dalam penyampaiannya, Muhammad Andriyani menjelaskan berbagai amalan sunah dalam sholat yang sering dianggap sederhana namun memiliki nilai pahala dan makna spiritual yang besar, seperti menyempurnakan gerakan, membaca doa iftitah, hingga menjaga tumakninah dalam setiap rakaat.

“Melalui kajian ini, kami berharap para warga binaan tidak hanya memahami tata cara sholat yang benar, tetapi juga mampu menghadirkan kekhusyukan dan ketenangan hati dalam setiap ibadah,” ujar Muhammad Andriyani di sela kegiatan.

Pengasuh Ponpes At Taubah, Dr. H. Ahmad Nawawi Abdurrauf, S.Ag, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi kegiatan pembinaan keagamaan yang terus berjalan di lingkungan lapas. Menurutnya, kajian rutin menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat spiritualitas warga binaan.

“Pembinaan keagamaan adalah jalan untuk membangun kesadaran diri dan memperbaiki akhlak. Kami berharap para santri di Ponpes At Taubah dapat menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai bekal untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya,” tutur Dr. H. Ahmad Nawawi Abdurrauf, S.Ag.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menegaskan bahwa pihak lapas terus mendukung seluruh kegiatan positif yang dapat memberikan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis dan religius. Kami ingin warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, menambah ilmu agama, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkap Gusti Iskandarsyah.

Kegiatan kajian rutin di Ponpes At Taubah sendiri menjadi salah satu program pembinaan unggulan di Lapas Amuntai. Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat hijrah dan perubahan positif bagi seluruh warga binaan.

Type above and press Enter to search.