RadarJawa — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Mulyadi, secara resmi membuka program pendidikan perkuliahan Sarjana (S1) bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Rabu (4/3). Menggandeng Universitas PGRI Kalimantan, menjadi program pendidikan tinggi pertama yang diselenggarakan di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Selatan.
“Program ini bukan hanya kebanggaan bagi Lapas Narkotika Karang Intan, tetapi menjadi tonggak sejarah pembinaan yang lebih progresif, humanis, dan berorientasi masa depan. Kita ingin membina dengan ilmu, menguatkan dengan nilai, dan mengembalikan warga binaan ke masyarakat dengan harapan,” tegas Mulyadi, dalam sambutannya.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia poin keempat tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia, serta menjadi implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam bidang pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.
Secara normatif, pelaksanaan pendidikan tinggi ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menjamin hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
Kepada para warga binaan yang mengikuti program S1, Kakanwil berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. “Gelar sarjana bukan hanya simbol akademik, tetapi simbol perubahan diri dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. Jadikan pendidikan ini sebagai titik balik kehidupan,” pesannya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kalimantan Selatan untuk menjadikan program ini sebagai praktik baik yang dapat direplikasi sesuai kesiapan masing-masing satuan kerja. “Kalimantan Selatan harus menjadi pelopor transformasi pembinaan berbasis pendidikan yang edukatif, inovatif, dan berkelanjutan,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Wicaksi, dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dan komitmen bersama berbagai pihak untuk menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata.
“Kami menyadari bahwa pembinaan tidak cukup hanya dengan pendekatan disiplin dan keterampilan, tetapi juga harus menyentuh aspek intelektual. Program S1 ini menjadi ruang harapan baru bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik dan bermartabat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan proses perkuliahan berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan, sehingga kualitas pendidikan yang diterima warga binaan tetap terjaga sesuai standar akademik.
Pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya perkuliahan. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Rektor Universitas PGRI Kalimantan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Banjar, Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Kapolres Kabupaten Banjar, Kepala BNNK Banjarbaru, para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Banjar Raya dan tamu undangan lainnya.

