RadarJawa --- Upaya Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu dalam memperkuat program ketahanan pangan kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kali ini, jambu kristal hasil budidaya warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Langaleso, Desa Sigi, memasuki masa panen dan langsung menarik perhatian keluarga warga binaan yang datang berkunjung ke Lapas Palu, Sabtu, 10/01/2026.
Hasil panen dipasarkan secara langsung di area kunjungan Lapas dengan harga ramah di kantong, yakni Rp10.000 per kilogram. Buah jambu kristal yang segar dan berkualitas membuat banyak keluarga warga binaan tertarik untuk membeli sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan positif pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan apresiasinya terhadap para warga binaan yang telah merawat tanaman dengan penuh tanggung jawab hingga memasuki masa panen.
"Panen ini membuktikan bahwa program pembinaan kemandirian melalui ketahanan pangan tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan produktivitas bagi warga binaan," ujar Kalapas.
Kegiatan budidaya jambu kristal menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan di SAE Lapas Palu. Warga binaan yang terlibat telah mendapatkan pelatihan pertanian sehingga dapat menjalankan perawatan mulai dari penanaman, pemupukan, hingga panen.
Ayub, salah satu warga binaan yang turut merawat tanaman tersebut juga menambah suasana haru dan semangat.
"Kami senang melihat hasil kerja keras kami bisa dinikmati keluarga. Ini jadi motivasi untuk terus belajar dan berkarya," ungkap salah satu WBP.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi atas keberhasilan panen tersebut.
"Program ketahanan pangan seperti jambu kristal ini adalah bentuk nyata dari pembinaan produktif. Hasilnya tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi keluarga dan masyarakat. Kami mendukung penuh setiap inovasi dari Lapas Palu dalam mengembangkan potensi daerah," tegas Kakanwil.
Tak hanya keluarga warga binaan, pengunjung dari masyarakat umum pun menyambut positif penjualan hasil panen tersebut.
"Jambunya enak, manis, segar, dan harganya sangat terjangkau. Kami senang bisa ikut mendukung program seperti ini," ujar seorang pengunjung.
Dengan keberhasilan panen jambu kristal ini, Lapas Kelas IIA Palu kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan dan ketahanan pangan, sehingga memberikan manfaat langsung bagi warga binaan, keluarga, dan masyarakat luas.
