RadarJawa — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kembali menggelar kegiatan Kemah Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025. Acara pembukaan resmi berlangsung di Lapangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu.
Kegiatan tahunan ini mengusung nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Setelah pembukaan, para peserta melanjutkan kegiatan dengan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif seperti lomba yel-yel, outbound, pentas seni, hingga sosialisasi sejarah kepramukaan dan pemutaran film dokumenter. Kegiatan ditutup dengan api unggun malam hari, yang menjadi simbol penyatuan semangat dan nilai pengabdian antar peserta.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi wahana pembinaan mental dan karakter yang penting bagi seluruh elemen pemasyarakatan.
“Kemah Satya Dharma Bhakti adalah ruang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan gotong royong. Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk pribadi-pribadi yang siap menjadi agen perubahan di lingkungan pemasyarakatan dan masyarakat,” ujar Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy.
Dengan tema kebersamaan dan semangat pengabdian, Kemah Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan 2025 menjadi cerminan nyata bahwa pembinaan bukan sekadar pengawasan, tetapi juga proses edukatif dan transformatif yang berkesinambungan.