Olah Rasa dan Vokal di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Seni Peran


Radarjawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan praktik seni teater dalam pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya bagi warga binaan peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, Selasa (20/10/2026). Melalui kegiatan di Ruang Kunjungan, warga binaan mempelajari teknik dasar seni peran, mulai dari olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa hingga mempraktikkannya dalam pementasan drama sederhana.

Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan sekaligus tutor perpanjangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan, Nurbaiti, mengawali pembelajaran dengan memperkenalkan teknik dasar seni teater. Ia menjelaskan empat unsur yang perlu peserta kuasai, meliputi olah tubuh, olah vokal, olah rasa (sukma), dan pementasan drama sederhana.

Usai menerima penjelasan, warga binaan mulai mencoba berbagai gerakan untuk menggambarkan karakter tokoh. Mereka kemudian berlatih mengucapkan dialog dengan intonasi yang sesuai dan menampilkan ekspresi berdasarkan suasana cerita. Latihan tersebut berlanjut dengan pembagian peran hingga peserta menampilkan drama sederhana yang memadukan gerakan, suara, dan penghayatan karakter.

Nurbaiti menerangkan bahwa praktik teater membantu peserta memahami materi Seni Budaya melalui pengalaman yang melibatkan kreativitas dan keberanian. Selain mempelajari teknik seni peran, warga binaan juga berlatih mendengarkan lawan bicara, menyesuaikan respons, dan menghargai peran masing-masing dalam sebuah penampilan.

“Dalam teater, setiap peserta belajar memahami karakter yang berbeda dan menyesuaikan ekspresi dengan situasi yang mereka perankan. Kami ingin mereka berani mencoba, mampu mengendalikan emosi, serta menghargai peran teman-temannya. Kemampuan tersebut juga bermanfaat ketika mereka berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Nurbaiti.

Pengalaman mengikuti praktik teater memberikan kesan tersendiri bagi salah satu warga binaan berinisial KR. Ia mengaku pembelajaran kali ini membuatnya lebih aktif karena harus memahami peran sekaligus menyesuaikan penampilan dengan peserta lainnya.

“Biasanya kami belajar dengan mendengarkan penjelasan dan mencatat materi. Kali ini kami bisa langsung mencoba menjadi tokoh dalam sebuah cerita. Saya belajar mengatur suara, menunjukkan ekspresi, dan menyesuaikan gerakan dengan peran. Ternyata bermain teater membutuhkan keberanian dan kerja sama,” ungkap KR.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggandeng PKBM Annisa dalam penyelenggaraan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan setara Sekolah Menengah Pertama (SMP). Melalui program ini, Lapas membuka kesempatan bagi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengikuti kegiatan belajar yang mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas.

Praktik seni teater dalam mata pelajaran Seni Budaya menjadi salah satu upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif warga binaan. Pengalaman memerankan tokoh, menyampaikan dialog, dan bekerja sama dalam sebuah pertunjukan diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan berkomunikasi sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Olah Rasa dan Vokal di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Seni Peran
  • Olah Rasa dan Vokal di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Seni Peran
  • Olah Rasa dan Vokal di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Seni Peran
  • Olah Rasa dan Vokal di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Seni Peran
  • Olah Rasa dan Vokal di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Seni Peran
  • Olah Rasa dan Vokal di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Pelajari Seni Peran