TpWiTpr5BSO0BSC7GpOpGpdiGd==

Siap Penuhi Kebutuhan Pasar, Teh Mint Laskarin Hasil Olah Warga Binaan Dikemas Rapi


Radarjawa – Menjaga kualitas produk sekaligus menyiapkan Teh Mint Laskarin untuk memenuhi kebutuhan pasar, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melakukan pengemasan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1. Melalui kegiatan tersebut, mereka menata setiap kemasan dengan rapi dan memastikan Teh Mint Laskarin memiliki kualitas serta tampilan yang baik sebelum memasarkannya kepada masyarakat. Mereka juga menerapkan ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap tahapan pekerjaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, Selasa (18/08/2026).

Warga binaan secara langsung melakukan proses pengemasan Teh Mint Laskarin dengan pendampingan dan pengawasan Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Muhammad Fajeri. Mereka menjalankan setiap tahapan pekerjaan dengan memperhatikan kerapian dan ketelitian agar produk tertata dengan baik serta siap dipasarkan kepada masyarakat.

Kegiatan pengemasan menjadi bagian penting dalam rangkaian pembinaan kemandirian karena warga binaan turut memahami tahapan penanganan produk sebelum sampai kepada konsumen. Melalui aktivitas tersebut, mereka menerapkan ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam memastikan produk tetap tertata dengan baik hingga siap dipasarkan.

Muhammad Fajeri, Petugas Seksi Kegiatan Kerja, mengatakan pengemasan menjadi salah satu tahapan yang turut menentukan kualitas tampilan produk sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan.

“Kami mendampingi warga binaan agar setiap proses berjalan dengan baik dan mereka tetap memperhatikan ketelitian, kerapian, serta tanggung jawab dalam bekerja. Pengemasan menjadi bagian penting sebelum produk dipasarkan, sehingga kualitas dan tampilannya perlu dijaga. Harapannya, pengalaman ini terus membentuk sikap kerja yang positif dan bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Bagi warga binaan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas produktif yang menuntut ketelitian dan tanggung jawab dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Salah satu warga binaan berinisial AL mengatakan kegiatan pengemasan memberikan pengalaman dalam menjaga kualitas produk hingga siap dipasarkan.

“Kami memastikan produk tertata dengan baik dan kemasannya rapi sebelum dipasarkan. Kegiatan ini mengajarkan saya untuk lebih teliti, sabar, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Semoga pengalaman yang saya dapatkan di sini bisa terus saya manfaatkan untuk bekerja dan hidup lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” tutur AL.

Melalui kegiatan di SAE 1, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang menghubungkan keterampilan warga binaan dengan proses pengelolaan produk secara nyata. Teh Mint Laskarin menjadi salah satu produk unggulan yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka ruang bagi warga binaan untuk menjalankan proses kerja secara produktif hingga produk siap dipasarkan.

Aktivitas tersebut turut membangun kebiasaan kerja yang positif, mulai dari menjaga kerapian, memperhatikan kualitas, hingga menyelesaikan pekerjaan secara bertanggung jawab. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan warga binaan dalam mengenal proses kerja dan mengembangkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui pembinaan yang konsisten, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan mengisi masa pembinaan dengan kegiatan yang produktif dan bernilai. Setiap proses yang mereka jalankan menjadi bagian dari upaya mempersiapkan diri untuk kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat dengan keterampilan, pengalaman kerja, serta sikap yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Type above and press Enter to search.