Radarjawa - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan gema shalawat sebagai langkah perubahan bagi warga binaan melalui penguatan pembinaan kepribadian berbasis nilai keagamaan. Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar kegiatan Maulid Habsyi di Masjid At-Taubah untuk memperkuat mental dan spiritual warga binaan, Kamis (23/07/2026).
Warga binaan mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Habsyi dengan penuh khidmat melalui lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana religius yang tercipta selama kegiatan memberikan ruang bagi warga binaan untuk menenangkan hati, melakukan refleksi diri, serta memperkuat kesadaran untuk terus memperbaiki sikap dan perilaku selama menjalani masa pembinaan.
Petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) turut mendampingi pelaksanaan kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian Maulid Habsyi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan kepribadian yang terarah dan memberikan dampak positif bagi warga binaan.
Melalui kegiatan keagamaan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan tidak hanya memberikan ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keteladanan, kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama. Penguatan spiritual menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung perubahan perilaku warga binaan agar mampu membangun karakter yang lebih baik dan mempersiapkan diri kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.
Staf Seksi Bimkemaswat, Ardian, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan warga binaan, khususnya dalam membangun kesadaran diri dan memperkuat karakter positif.
“Pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membantu warga binaan memperbaiki diri, baik dari sisi sikap maupun mental spiritual. Melalui kegiatan Maulid Habsyi ini, kami berharap nilai-nilai kebaikan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ardian.
Menurut Ardian, kegiatan Maulid Habsyi juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dan menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih harmonis. Interaksi positif yang terjalin selama kegiatan diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai serta mendukung terciptanya suasana Lapas yang aman dan kondusif.
Sementara itu, warga binaan berinisial HU mengungkapkan bahwa kegiatan Maulid Habsyi memberikan ketenangan sekaligus motivasi untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Mengikuti kegiatan Maulid Habsyi memberikan ketenangan dan menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri. Selain memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga memberikan motivasi agar kami dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik dan mempersiapkan diri kembali bersama keluarga serta masyarakat,” ungkap HU.
Melalui pelaksanaan Maulid Habsyi dan berbagai program pembinaan keagamaan lainnya, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berkomitmen menghadirkan proses pembinaan yang menyentuh aspek mental, spiritual, dan karakter warga binaan. Gema shalawat yang dilantunkan menjadi bagian dari perjalanan perubahan, membangun pribadi yang lebih baik, berakhlak positif, serta siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
