RadarJawa – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, melaksanakan kunjungan kerja dan monitoring ke empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Jumat (19/6). Kunjungan dilakukan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Lapas Kelas IIA Karang Intan, dan Lapas Kelas IIB Banjarbaru.
Kegiatan tersebut bagian dari pelaksanaan fungsi pembinaan, pengawasan, monitoring, dan pengendalian, memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat kualitas pembinaan, pelayanan, dan pengamanan di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Selatan.
Di setiap satuan kerja yang dikunjungi, Erwedi meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana, blok hunian, dapur, klinik, serta berbagai program pembinaan yang dijalankan bagi Warga Binaan maupun Anak Binaan, memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi dengan baik serta program pembinaan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama monitoring adalah layanan makanan bagi Warga Binaan. Erwedi memastikan proses pengolahan, penyajian, dan distribusi makanan dilaksanakan sesuai standar kebersihan, kesehatan, dan ketentuan yang berlaku.
“Hak warga binaan harus terpenuhi dengan baik, termasuk layanan makanan yang layak dan sehat. Karena itu, saya ingin memastikan secara langsung bahwa seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Selain meninjau layanan dasar, Erwedi juga mengunjungi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) serta kegiatan pembinaan kemandirian yang menjadi unggulan masing-masing UPT. Di Lapas Perempuan Martapura, ia melihat langsung kegiatan produksi amplang, pembuatan risol, kerajinan sasirangan, menjahit, dan layanan salon. Sementara di Lapas Narkotika Karang Intan, Erwedi meninjau program ayam petelur, bengkel motor, pembuatan bakso, serta kerajinan tangan yang dikelola warga binaan.
Di Lapas Banjarbaru, Kakanwil meninjau kegiatan kerja warga binaan berupa produksi keripik tempe, melukis, dan meubel. Sedangkan di LPKA Martapura, ia menyaksikan secara langsung kegiatan kepramukaan yang menjadi salah satu sarana pembentukan karakter anak binaan melalui penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
Menurut Erwedi, program pembinaan yang produktif harus terus dikembangkan sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan dan anak binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan harus memberikan manfaat nyata. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” katanya.
Dalam setiap kesempatan, Erwedi juga berdialog dengan jajaran pegawai dan memberikan penguatan terkait pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Integritas adalah fondasi utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Laksanakan pekerjaan sesuai aturan, hindari segala bentuk pelanggaran, dan terus jaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan,” tegasnya.
Selain itu, seluruh jajaran diingatkan untuk mendukung dan melaksanakan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan secara konsisten sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di seluruh satuan kerja berjalan dengan baik, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang aman, humanis dan profesional, sehingga Pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat.
