Radarjawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui program pendidikan pengentasan buta aksara yang memberikan hak pendidikan dasar, khususnya dalam kemampuan membaca dan menulis bagi warga binaan, Jumat (19/06/2026).
Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembelajaran didampingi Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi.
Program ini dilaksanakan dengan melibatkan warga binaan yang mengikuti program perkuliahan sebagai bantuan pengajar. Metode pembelajaran yang digunakan adalah Training of Trainer (TOT), di mana warga binaan yang telah mendapatkan pembekalan pendidikan terlebih dahulu ditunjuk untuk membantu mengajar warga binaan lainnya dengan tetap berada di bawah pengawasan petugas pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan menerima pembelajaran dasar berupa pengenalan huruf dan angka sebagai fondasi utama peningkatan kemampuan literasi. Program ini tidak hanya berfokus pada penghapusan buta aksara, tetapi juga bertujuan membangun kepercayaan diri serta kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Kalsel, Erwedi Supriyatno, menyampaikan pesan motivasi kepada warga binaan agar memanfaatkan masa pembinaan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
“Manfaatkan waktu selama menjalani masa pembinaan ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dan kegiatan yang bermanfaat. Setelah bebas nanti, kami berharap kalian tidak kembali lagi ke sini, serta dapat melanjutkan kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat. Kami juga berharap kalian bangga karena telah memiliki kemampuan membaca dan menulis, serta tetap menjaga dan meningkatkan ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas intelektual dan keterampilan dasar warga binaan.
“Program pengentasan buta aksara ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan hak pendidikan kepada warga binaan. Melalui metode TOT, kami berharap tercipta pembelajaran yang berkelanjutan dan saling menguatkan antar warga binaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kalapas menjelaskan bahwa pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih efektif karena melibatkan sesama warga binaan yang telah memiliki kemampuan dasar sebagai pengajar.
Melalui program ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berupaya membentuk warga binaan yang lebih berdaya, memiliki kemampuan dasar yang memadai, serta siap kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
Dengan adanya dukungan dari jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, program pembinaan literasi ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
