RadarJawa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus berinovasi dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya membangun keterampilan, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual warga binaan (WB). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kesenian musik rebana yang digelar pada Rabu (22\4), dipimpin langsung oleh Kepala Lapas.
Dalam suasana yang khidmat namun penuh semangat, para warga binaan mengikuti pelatihan rebana sebagai sarana ekspresi diri yang positif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah rekreatif untuk mengurangi kejenuhan selama menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai media edukatif dalam mengenal seni musik islami yang sarat nilai kebersamaan dan kedisiplinan.
Kalapas Amuntai dalam kesempatan tersebut turut memberikan pemahaman langsung terkait teknik dasar memainkan rebana, kekompakan dalam irama, serta makna yang terkandung dalam setiap lantunan musik yang dihasilkan. Ia menekankan bahwa pembinaan kesenian seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih tenang, fokus, dan memiliki arah yang lebih baik ke depan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang lebih humanis. Musik rebana bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga tentang bagaimana membangun harmoni dalam diri dan kehidupan sosial,” ujar Kalapas.
Antusiasme warga binaan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya belajar memainkan alat musik, tetapi juga merasakan suasana kebersamaan yang memperkuat semangat untuk terus memperbaiki diri.
Dengan adanya pembinaan kesenian ini, Lapas Amuntai berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan produktif. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan formal, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan minat dan bakat sebagai bekal kehidupan setelah bebas nanti.
